Pengertian makanan cepat saji
Makanan siap saji yang dimaksud adalah
jenis makanan yang dikemas, mudah
disajikan, praktis, ataudiolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya
diproduksi oleh industri pengolahanpangan dengan teknologi tinggi dan
memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi
produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk-pauk dalam kemasan, mie
instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk sarapan.
Dampak negatif makanan cepat saji bagi kesehatan
World Health Organization (WHO) dan Food
and Agricultural Organization (FAO)
menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan
manusia dibagi dalam 3 katagori yaitu :
·
aspek
toksikologis: katagori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap
organ-organ tubuh,
·
aspek
mikrobiologis: mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan
mikroba dalam saluran pencernaan,
·
aspek
imunopatologis,:keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.
Penggunaan
zat aditif yang berlebihan dan dikonsumsi secara terus menerus dapat
menimbulkan dampak negatif yang nyata bagi kesehatan.Dampak negatif zat aditif
yang terkandung dalam makanan cepat saji bisa terjadi sacara langsung maupun
tidak langsung,bisa terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Dampak
zat aditif yang terkandung dalam makanan cepat saji dapat dilihat di bawah ini:
·
Sulfit menyebabkan
sesak napas, gatal-gatal dan bengkak
·
Zat Warna menimbulkan
alergi,menimbulkan kanker hati,menyebabkan hypertrophy, hyperplasia, carcinomas
kelenjar tiroid.
·
MSG kerusakan
otak,kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi, mempercepat proses
penuaan, alergi kulit, mual, muntah, migren, asma, ketidakmampuan belajar, dan depresi.
·
BHT&BHA menyebabkan
kelainan kromosom pada orang yang alergi terhadap aspirin
·
Pemanis menyebabkan
kanker kantong kemih (saccarin),gangguan saraf dan tumor otak
(aspartan),mutagenik.
Selain
itu untuk para perempuan sebaiknya lebih waspada lagi karena fast food dapat
menyebabkan kegemukan dan obesitas. Kandungan lemak yang tinggi dalam makanan
fast food juga dapat merangsang pertumbuhan kanker terutama kanker
payudara.Kandungan kolesterol dan kalori yang cukup tinggi pada makanan cepat
saji merupakan penyebab kegemukan dan berbagai gangguan metabolisme
dan jantung.
Selain
bahaya yang ditimbulkan zat aditif makanan itu,juga yang perlu diwaspadai
adalah bahaya yang terdapat pada kemasan makanan cepat saji.Sampai saat ini
menurut Ketua Federasi Pengemasan Indonesia Hengky Darmawan di Indonesia sistem
pengemasannya baru 10% yang sesuai aturan SNI. Pemilihan jenis kemasan harus
memperhatikan food grade dan food safety (Kompas, 2003).Namun pada kenyataannya
produsen jarang mempertimbangkan hal tersebut.Dibandingkan dengan memperhatikan
unsur kesehatan,produsen memilih kemasan dengan dipengaruhi faktor tampilan
yang menarik,melindungi produk yang dikemas dan pertimbangan ekonomis.
Bahan
yang selama ini digunakan memiliki beberapa dempak negatif bagi
kesehatan,diantaranya:
·
plastik
atau styrofoam (pembungkus mie instant dan nugget) bersifat mutagenik (mengubah
gen) dan karsinogenik,
·
PVC
(polyvinyl clorida untuk pembungkus kembang gula) yang dapat menghambat
produksi hormon testosteron (Atterwill dan Flack, 1992) ,
·
kaleng
(makanan buah, susu, makanan lauk-pauk) disinyalir mengandung timbal (Pb) dan
VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker
(Media Indonesia, 2003).
Makanan cepat saji sebagai pemicu berbagai penyakit
Makanan
cepat saji yang mungkin sering anda konsumsi ternyata dibalik rasa dan
tampilannya yang menarik justru menyimpan potensi yang membahayakan
tubuh.Zat-zat seperti kolestrol dan lemak jenuh yang terdapat dalam fast food
bisa memicu timbulnya berbagai penyakit.Seperti diuraikan di bawah ini:
Makanan cepat saji memicu diabetes
Beberapa
menu dalam restaurant fast food juga mengandung banyak gula. Gula, terutama
gula buatan, tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit gula
atau diabetes, kerusakan gigi, dan obesitas. Minuman bersoda, cake, dan cookies
mengandung banyak gula dan sangat sedikit vitamin serta mineralnya. Minuman
bersoda mengandung paling banyak gula, sedangkan kebutuhan gula dalam tubuh
tidak boleh lebih dari 4 gram atau satu sendok teh sehari.
Dengan
hanya menikmati masakan cepat saji setidaknya satu kali dalam seminggu
mengakibatkan kenaikan lemak dalam darah dan mengalami peningkatan berat
badan.Dengan bertambahnya berat badan, semakin membuka peluang tubuh Anda
terkena diabetes.John Spertus, Profesor Universitas Missouri, Kansas,
lewat penelitiannya kepada sekitar 3,000 remaja. Menunjukkan semakin sering
orang tersebut mengkomsumsi masakan cepat saji akibatnya bagi tubuh adalah
peningkatan berat badan dan resiko diabetes.
Untuk
pencegahan dan pengobatan diabetes melitus bisa di lihat di obat herbal diabetes melitus.
Makanan cepat saji memicu penyakit jantung
The
American Heart Association menganjurkan agar mengkonsumsi daging tanpa lemak
dan sayuran juga menghindari makanan berlemak jenuh tinggi dan trans fat,
sodium dan kolesterol seperti burger keju dan makanan yang digoreng. Dalam
penelitiannya ini Spertus tidak merancang untuk menunjukkan bahwa penyebab
penyakit jantung adalah sepenuhnya dari mengkonsumsi makanan cepat
saji.Sedangkan menurut the National Institutes of Health lemak jenuh dan
kolesterol di makanan tersebut dapat meningkatkan kolesterol dalam darah dan
meingkatkan kemungkinan dengan permasalahan pada jantung.
Pada
dasarnya, semua kolesterol yang diperlukan oleh tubuh diproduksi oleh hati.
Kelebihan kolesterol yang terdapat di dalam darah datang dari makanan yang
mengandung kolesterol yang kita konsumsi, misalnya daging merah (sapi), jeroan
(hati, otak, limpa), kuning telur, krim dan mentega.
Di
negara yang makmur, rata-rata tingkat kolesterol dalam darah melebihi 200 mg
per dl, sementara tingkat yang ideal adalah kurang atau maksimal 200 mg per dl.
Semakin tinggi kadar kolesterol (hypercholesterolemia), peluang timbulnya
penyakit jantung koroner (coronary heart disease) yang disebabkan timbunan plak
pada pembuluh darah, akan semakin besar.
Untuk
pengobatan penyakit jantung bisa di lihat di obat herbal penyakit jantung
Makanan cepat saji memicu hipertensi
Sodium
yang banyak terdapat dalam makanan cepat saji tidak boleh terlalu banyak dalam
tubuh. Untuk ukuran orang dewasa, sodium yang aman jumlahnya tidak boleh lebih
dari 3300 miligram. Ini sama dengan 1 3/5 sendok teh. Sodium yang banyak
terdapat di fast food, dapat meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga
bisa membuat tekanan darah tinggi.
Untuk
pencegahan dan pengobatan hipertensi bisa dilihat di obat herbal hipertensi
Makanan cepat saji memicu penyakit kanker usus dan
kanker payudara
Satured
fat yang juga banyak terdapat di fast food berbahaya bagi tubuh karena zat
tersebut merangsang organ hati untuk memproduksi banyak kolesterol. Kolesterol
sendiri didapat dengan dua cara, yaitu oleh tubuh itu sendiri dan ada juga yang
berasal dari produk hewani yang kita makan dan dimasak terlalu lama. Kolesterol
banyak terdapat dalam daging, ayam, ikan, telur, mentega, susu, dan keju. Bila
jumlahnya banyak, kolesterol dapat menutup saluran darah dan oksigen yang
seharusnya mengalir ke seluruh tubuh. Tingginya jumlah satured fat dalam
makanan fast food akan menimbulkan kanker, terutama kanker usus dan kanker
payudara. Kanker payudara merupakan pembunuh terbesar setelah kanker usus.
Lemak dari daging, susu, dan produk-produk susu merupakan sumber utama dari
satured fat.
Untuk
pencegahan dan pengobatan kanker usus dan kanker payudara bisa dilihat di obat herbal kanker usus danobat herbal kanker payudara.
Makanan cepat saji memicu maag
Kebiasaan
jajan makanan cepat saji juga memicu penyakit maag. Umumnya makanan cepat saji
(fast food) merupakan makanan yang tinggi karbohidrat dan rendah serat. Bahkan
ada makanan cepat saji yang mengandung bahan yang berbahaya bagi tubuh.
Contohnya, makanan yang digoreng. Selain kandungan minyaknya tinggi, bila tidak
diolah dengan benar -misalnya penggorengan dengan minyak yang sama lebih dari
tiga kali penggorengan- maka akan menimbulkan zat pemicu kanker pada makanan
itu. Apalagi jika pedagangnya menggunakan minyak jelantah yang sebenarnya sudah
tidak boleh lagi dipakai. Selain itu, fast food juga sering mengandung
pengawet, penyedap, pewarna, pengental, dan bahan-bahan kimia tambahan yang
tidak baik bagi sistem pencenaan.
Untuk pencegahan dan pengobatan maag bisa dilihat di obat herbal maag
Makanan cepat saji memicu gagal ginjal
Kegemaran
dan kebiasaan masyarakat mengkonsumsi fast food (makanan cepat saji) juga
menyebabkan semakin tingginya asupan natrium dan garam karena kadar garamnya
mencapai dua kali lipat dari batas normal yang dianjurkan yaitu sebesar <
2,4 gram.Garam tinggi berpengaruh pada orang dengan kondisi ginjal terganggu,
dapat menjadi penyebab gagal ginjal.Selain itu kadar protein yang tinggiiakan
semakin merusak ginjal atau membuat kerja ginjal menjadi semakin berat. Dengan
kata lain menjadi penyebab gagal ginjal.
Untuk
pencegahan dan pengobatan gagal ginjal bisa dilihat di obat herbal gagal ginjal
Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif
Untuk
mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat
diupayakan dengan beberapa cara antara lain :
1. Secara Internal
Mengurangi
konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan serta
mengonsumsi vitamin. Beberapa vitamin diduga mengandung zat antikarsinogen
diantaranya adalah vitamin A, C, E banyak terdapat dalam sayur dan buah; asam
folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus: Betakaroten, vitamin B3
(niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25 hidroksi) terdapat pada mentega,
susu, kuning telur, hati, beras dan ikan.
Memberi
pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol
pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat
dari rumah.
2. Secara Eksternal
·
Produsen;
diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif
pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi
makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan.
·
Pemerintah;
melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang
berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah)
dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.
·
Non-pemerintah
(LSM) memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran serta
masyarakat sebagai pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global
yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebagai
pembela konsumen.
Selain
cara-cara tersebut di atas,upaya terbaik untuk mengurangi dampak negatif
makanan cepat saji adalah dengan berupaya sebisa mungkin untuk
menjauhinya.Karena meskipun terlihat menarik namun suatu saat justru akan
berbalik membuat anda sakit.Seperti pada uraian sebelumnya bahwa makanan fast
food dapat memicu terjadinya berbagai penyakit,untuk meminimalisir
dampak-dampak negatit fast food sebaiknya anda mengkonsumsi Xamthone plus yang
mampu mengobati berbagai penyakit yang mungkin timbul akibat dipicu oleh
kebiasaan makanan cepat saji.
Makanan siap saji yang dimaksud adalah
jenis makanan yang dikemas, mudah
disajikan, praktis, ataudiolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya
diproduksi oleh industri pengolahanpangan dengan teknologi tinggi dan
memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi
produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk-pauk dalam kemasan, mie
instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk sarapan.






0 komentar:
Posting Komentar