Tersebutlah seorang gadis berumur 16 tahun bernama Kaoru Amane
(diperankan oleh YUI, iya anda benar, si YUI penyanyi pop rock itu
lho). Kaoru adalah seorang gadis penderita penyakit Xeroderma
Pigmentosum (XP), yaitu suatu penyakit yang membuat kulit penderitanya
tidak boleh terkena sinar matahari, dan bila terkena sinar matahari akan
dapat mengakibatkan peradangan kulit dan dapat berakibat fatal bagi
penderitanya. Oleh karena itu, Kaoru hidup dalam kehidupan yang berbeda.
Maksudnya kehidupan yang berbeda adalah, ketika kebanyakan orang
normal beraktifitas di siang hari dan istirahat di malam hari, maka
Kaoru melakukan hal sebaliknya, yaitu dia beraktifitas di malam hari
dan siang hari Kaoru pun istirahat, yah seperti makhluk Noctural lah.
Untunglah Kaoru mau menerima kehidupannya yang berbeda dengan orang
kebanyakan itu, tentunya dengan dukungan sang orang tua. Kaoru
mempunyai aktifitas di malam hari sebagai seniman jalanan, yaitu
menjadi penyanyi jalanan dengan iringan permainan gitar yang dilakukan
Kaoru sendiri (sebagai penyanyi YUI tentunya sangat mudah melakoni
perannya sebagai Kaoru sang penyanyi jalanan yang pintar bermain
gitar). Kaoru mempunyai tempat favorit di sebuah taman di kota dalam
pertunjukkan jalanan malamnya. Dan setiap menjelang pagi, Subuh
maksudnya, Kaoru pun harus segera kembali ke rumah, kalau tidak, sinar
pagi sang surya bisa menjadi pembunuh bagi dirinya.
Nah menjelang
pagi itu, Kaoru sering menyaksikan dari jendela kamar rumahnya yang
bertingkat itu sosok seorang cowok SMU yang selalu menunggu
teman-temannya untuk berangkat sekolah di sebuah halte bis dekat rumah
Kaoru, seperti biasa “witing tresna jalaran soko kulino” alias bibit
suka pada sosok cowok tersebut mulai tumbuh dalam hati Kaoru karena
seringnya dia menyaksikan sosok tersebut menjelang fajar menyingsing.
Hingga suatu malam mereka berdua bertemu muka di halte tersebut. Suit
suit… pucuk dicinta ulam pun tiba bagi Kaoru. Kaoru pun berkenalan
dengan sosok cowok tersebut, yang ternyata bernama Kouji Fujishiro
(diperankan oleh Takashi Tsukamoto), dan ternyata Kouji satu sekolah
dengan sahabat baik Kaoru yaitu Misaki Matsumae (diperankan oleh Airi
Toyama). Dan Kaoru pun menceritakan pada Misaki bahwa dia menyukai
Kouji. Misaki pun pada akhirnya, sebagai sahabat baik, menawarkan untuk
memata-matai Kouji, mengingat Kaoru tak bisa keluar rumah siang hari.
Misaki pun secara sembunyi sembunyi mem-video Kouji selama di sekolah
maupun di kegiatan di luar sekolah, betapa beruntungnya Kaoru mempunyai
sahabat sebaik Misaki. Kaoru pun begitu senang menyaksikan video
rekaman kehidupan Kouji yang diambil secara diam-diam itu. Seiring
berjalannya waktu, mereka berdua suatu saat janjian untuk berkencan,
dengan sepeda motornya Kouji membawa Kaoru ke tempat-tempat yang belum
pernah Kaoru kunjungi sebelumnya, seperti pusat pertokoan dan tempat
hiburan. Kaoru melihat kemeriahan malam hari yang belum pernah ia lihat
sebelumnya. Hingga saking gembiranya Kaoru, ia pun memainkan gitar dan
bernyanyi di tengah keramaian itu, dan tentu saja menarik banyak
perhatian orang-orang yang berlalu lalang, termasuk artis jalanan yang
lain pun akhirnya ikutan nimbrung pentas bersama Kaoru, suatu adegan
yang indah (btw, adegan ini menjadi bagian dari video clip dari lagu
YUI yang berjudul “Skyline”). Kaoru begitu bahagia Kouji membawanya ke
tempat-tempat yang belum pernah itu datangi. Kencan itu berakhir di
tepi pantai, Kouji bercerita kepada Kaoru bahwa hobby dia adalah
surfing di laut. Kaoru yang mendengar itu, mendadak rendah diri, dia
berpikir bahwa cowok yang dia sayangi mempunyai hobby bermain surfing,
tentunya ini adalah kegiatan di siang hari dan di hari yang panas.
Kaoru pun berpikir dalam hati dia tidak akan bisa ikut menikmati hobby
dari cowok yang disukainya. Kaoru pun pergi meninggalkan Kouji tanpa
memberitahukan sebabnya. Kaoru terus berlari berpacu dengan waktu
terbitnya sang fajar, Kouji hanya bisa mengejar tanpa tahu apa-apa
kenapa Kaoru pergi meninggalkannya. Adegan ini cukup seru, mengingat
Kaoru harus berpacu dengan terbitnya sinar matahari. Sayang, ketika
sinar matahari tepat bersinar, Kaoru tepat berapa di pintu masuk
rumahnya, meski berhasil masuk ke dalam rumah, namun Kaoru sempat
terkena sinar matahari, akibatnya Kaoru mengalami peradangan kulit.
Kouji yang sampai detik itu tidak tahu apa-apa, akhirnya mendapat
penjelasan dari Misaki mengenai keadaan Kaoru sebenarnya, Kouji pun
terkejut. Untunglah kedua orang tua Kaoru membawanya ke dokter hingga
penyakit Kaoru tidak menjadi parah. Dari peristiwa itu, Ken Amane, sang
ayah (diperankan oleh Goro Kishitani), dan Yuki Amane, sang ibu
(diperankan oleh Kuniko Asagi), menjadi tahu bahwa sang anak ternyata
sedang jatuh cinta dan mempunyai seorang kekasih. Kemudian sang ayah
mencoba berbicara dengan Kouji menanyakan hubungan mereka, dan
merestuinya, dan mencoba mengatur pertemuan kembali dengan Kaoru, dimana
semenjak peristiwa itu Kaoru mencoba melupakan hubungannya dengan
Kouji. Dan Kouji pun mempunyai kejutan, yaitu ingin mewujudkan impian
Kaoru untuk mengeluarkan debut single Kaoru… dan seiring berjalannya
waktu kesehatan Kaoru makin memburuk.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Apakah yang terjadi dengan Kaoru kemudian? Apakah Kouji berhasil
mewujudkan impian Kaoru, dimana dia harus berpacu dengan kesehatan Kaoru
yang kian menurun… silahkan saksikan film drama “Taiyo no Uta” ini ya,
seperti biasa saya tidak akan membeberkan jalan ceritanya dengan
detail, “No Spoiler” gitu lho…hehehehhe
Film ini, sangatlah menarik,
saya mulanya berpikiran film ini adalah film nangis Bombay, maklum
ceritanya tentang seorang penderita suatu penyakit, biasanya berakhir
sedih, termehek-mehek. Tapi pikiran saya itu gak sepenuhnya betul. Sang
sutradara dengan pintarnya meramu adegan demi adegan tanpa harus
terjebak stereotype film sedih. Justru yang saya rasakan adalah
optimisme dalam diri Kaoru, Kaoru begitu tegar dan “nrimo” istilah
Jawa-nya, ikhlas akan penyakit yang diidapnya. Karenanya saya tidak
meneteskan air mata sedikitpun ketika nonton film ini, mungkin hanya
satu adegan yang membuat saya terharu, yaitu ketika Kaoru mencoba
menikmati hobby Kouji, yaitu menonton Kouji surfing di pantai, tentu
saja Kaoru dalam pakaian khusus, dan ternyata pakaian itu sedikit
bermasalah hingga mengakibatkan Kaoru kepanasan, dan dengan tetap tegar
Kaoru mencoba menahan panas yang ada dan berusaha tersenyum didepan
Kouji, sapa yang gak terharu coba….. Yui bener bener bisa memerankan
sosok Kaoru yang optimis.
Soal musik film, jangan kuatir, anda akan
mendapatkan lagu lagu keren di dalam film ini, mengingat Yui adalah
seorang penyanyi Jepang yang terkenal. Theme song film ini adalah “Good
bye Days”. Dan lagu lain yang muncul dalam film ini adalah “Skyline”
dan “It’s Happy Line”. Semua lagu dinyanyikan sendiri oleh Yui. YUI
gitu lhooooo….
Cerita “Taiyou no Uta” ini juga muncul dalam versi
Dorama (serial televisi) dengan judul yang sama, namun diperankan oleh
Erika Sawajiri, tau kan Erika Sawajiri? Itu lho yang main dorama
termehek-mehek “Ichi RITTORU no Namida” (One Litter of Tears). Nih anak
kayaknya emang specialis peran gadis penyakitan yang bikin
termehek-mehek kali ya? Hehehehehe.. Sedang cerita “Taiyou no Uta” ini
pertama kali muncul dalam bentuk novel karangan Bandou Kenji.
Oh yah,
mengenai penyakit yang diidap Kaoru, yaitu Xeroderma Pigmentosum (XP),
mulanya saya kira ini hanyalah sains-fiksi, ternyata penyakit ini
beneran ada lho. Penderitanya beneran ada. Kemarin saya sempat membaca
sebuah berita tentang penderita penyakit ini di sebuah surat kabar.
Penderita penyakit ini tidak dapat terkena sinar matahari, karena sinar
matahari akan membuat peradangan pada kulit penderita dan bisa menjurus
kepada kematian bila parah.
Karenanya kita wajib bersyukur,
Alhamdulillah, kita yang normal bisa menikmati hangatnya sinar mentari.
Kadang kita mengeluh bila kepanasan karena suhu udara akibat sengatan
sinar matahari. Itu belum seberapa menyiksa bila dibanding penderita XP
ini. Marilah kita selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Tuhan
berikan kepada kita sekecil apapun, jangan lah kita merasa kekurangan,
sebab masih banyak orang lain yang tidak seberuntung kita… walaupun
nikmat itu berupa hangatnya sinar mentari…
Sinopsis Taiyou
20.48 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar